Mereka Bukan Tidak Butuh Bantuan Tetapi Mereka Menjaga Kehormatannya

Oleh : M. Adi Cahyadi, ME

Siapa mereka?

Mereka adalah orang yang Allah swt sebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 273, mereka sebenarnya orang yang faqir tapi tidak tampak seperti orang yang faqir atau kekurangan dalam masalah ekonomi.

Mereka faqir karena tidak bisa berusaha untuk urusan dunia mereka karena mengkhususkan diri dalam berjihad dijalan Allah swt. Orang yang tidak tau keadaan mereka menyangka mereka adalah orang yang kaya.

Karena mereka tidak pernah mengeluh tentang keadaan dirinya dan keluarganya kepada orang lain, mereka manjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain karena menjaga kehormatan dirinya dan agamanya.

Orang yang dibicarakan dalam ayat tersebut adalah orang-orang muhajirin yang senantiasa mendampingi nabi dalam berjihad dijalan Allah.

Dimasa sekarang adakah orang –orang seperti mereka?

Jawabnya ada dan mungkin banyak, tapi kita tidak menyadari keberadaannya karena mereka memang tampak dari luarnya bukan seperti orang yang membutuhkan bantuan. Mereka tidak mengeluh kepada orang lain, mereka menjaga diri dari meminta-minta dari orang lain dan mereka terkadang tampak baik-baik saja.

Banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa orang-orang seperti mereka ada disekitar kita, mereka adalah para guru-guru agama, Kiyai, ustad atau apapun sebutannya, yang jelas mereka adalah orang yang mengkhususkan diri dalam berdakwah atau mengajarkan ilmu-ilmu agama.


Mereka tidak sempat mencari atau beraktifitas dalam mencari penghidupan atau beraktifitas dalam usaha ekonomi yang lain selain mengajar atau memberikan pengajian. Banyak diantara mereka memang tidak punya keahlian lain selain ilmu agama, Karena sedari kecil mengkhususkan diri belajar ilmu agama.

Hari ini dari beberapa minggu yang lalu banyak masjid atau majlis yang meliburkan kegiatan ta’lim yang biasa rutin diadakan, karena untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid 19 agar tidak semakin meluas. Ini berdampak pada ditiadakannya pengajian atau ta’lim yang biasa diadakan. Ada yang pekanan, bulanan, ta’lim ibu-ibu, ta’lim bapak-bapak dan sebagainya.

Maka secara otomatis ini akan berdampak pada “penghasilan” para guru atau ustad yang biasa mendapatkan uang transport dari mengajar sedangkan sekarang menjadi nihil. Ini fakta yang jarang orang sadari.

Oleh karena itu menjadi kewajiban kita untuk meyadari dan mengetahui orang-orang seperti mereka, memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka dengan tanpa menciderai kehormatan dan perasaan mereka.

Mereka memang tidak meminta bantuan tetapi kita yang harus peka dangan keadaan mereka, karena kita paham mereka sekarang sedang libur dari semua kegiatan mengajar maka otomatis penghasilan mereka terhenti.

Mereka adalah orang-oarang yang ikhlas mendakwahkan kalimat Allah dimuka bumi, mereka ibarat para pemegang dan penjaga panji Rasulullah agar tetap berkibar disetiap peloksok bumi ini, tanpa mereka mungkin nur agama ini telah lama padam.

Kewajiban kita menjaga mereka agar tetap kokoh berdiri, sebagaimana mereka menjaga kewajiban menegakan agama ini.

#Penyuluhbergerak

#Fkpaitangsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *