Banjirnya Pasar Smartphone Asal China di Indonesia, kapan made in Indonesia bisa bersaing ?

Foto by Sindonews

Smartphone saat ini mejadi kebutuhan penting dikalangan masyarakat, tak lagi memilih kelas dalam hirarki sosial di masyarakat hampir semua kalangan memiliki smartphone. Penjualan smartphone dari tahun ketahun mengalami pertumbuhan yang cukup pesat mulai dari brand yang sudah lama berkecimpung dibidang smartphone maupun para pendatang baru.

Pesatnya penjualan membuat pemerintah harus lebih ketat dalam import dari luar Indonesia, karna tak semua produsen memiliki pabrik untuk merakit berbagai smartphonenya di Indonesia dan harus import dari Negara asal brand tersebut.

Mudahnya barang illegal masuk ke Indonesia tanpa dikenakan pajak membuat pemerintah diminta lebih ketat terkait barang BM yang banyak beredar dipasaran yang di khawatirkan berdapak bagi kestabilan ekonomi di Indonesia.

Kegemaran masyarakat Indonesia dengan barang BM dikarnakan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan harga resmi yang sudah memenuhi regulasi penjualan di pasar Indonesia. Tidak hanya smartphone banyak barang lain juga yang masuk ke Indonesia dengan tidak dikenakan pajak.

Seiring berjalannya waktu penjualan smartphone di Indonesia sudah semakin pesat dikutip dari tekno.kompas.com merk smartphone asal tiongkok sudah merajai pasar smartphone di Indonesia. Menurut laporan Firma Riset IDC, vendor smartphone tiongkok menguasai 75% dari total pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal III-2019.

Angka ini naik 7.7% dari kuartal sebelumnya, yaitu pada kuartal sebelumnya merk smartphone asal tingokok hanya mencapai 63% saja. Tercatat ada lima vendor smartphone diantaranya empat di isi oleh vendor asal negeri tirai bambou tersebut. Penjualan terbesar 2 kuartal terakhir 2019 disabet oleh Oppo dan Vivo dan mereka berhasil menggeser merk asal Korea Selatan, Samsung.

Kebanyakan smartphone asal Tiongkok memang menargetkan pasar untuk sektor menengah itu sebabnya penjualan mereka meningkat di Indonesia. Terlepas dari image murah smartphone merekapun bisa bersaing dengan merk lain yang lebih dulu memiliki nama di pasar penjualan smartphone dunia.

Sudah saatnya Indonesia menjadi tuan rumah sendiri dalam produksi dan pemasaran untuk merebut pasar dalam negeri yang kini didominasi China.

Aldi

2 Comments

  1. Sejatinya kita banyak memiliki sdm potensial, hanyalah ruang, kesempatan,fasilitasi dari pemerintah dlm mensuport, memberi kesempatan, mewadahi,memprioritaskan produksi hasil karya anak bangsa,dlm pemasarannya, Insyaallah kita dpt bersaing dgn dunia luar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *